Kediri, JuKe.co.id – Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya menggelar Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Sosialisasi Aplikasi SATUSEHAT, di Bandara Internasional Dhoho, Kediri Senin (10/11/2025).
Pemeriksaan kesehatan gratis tersebut, dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 serta menyambut kembali beroperasinya Bandara Dhoho Kediri setelah sempat berhenti sejak Juli lalu.
Para calon penumpang, tampak antusias dengan adanya pemeriksaan gratis tersebut. Petugas dengan sabar melakukan pemeriksaan kesehatan lengkap, mulai berat badan, tinggi badan, tensi darah, cek tekanan darah, gula darah, hingga kolesterol.
Sebagai bagian dari Kementerian Kesehatan RI, BBKK Surabaya memiliki peran penting di pintu masuk wilayah negara, termasuk bandara internasional seperti Dhoho. Upaya cegah tangkal penyakit menjadi tanggung jawab utama mereka. Kali ini, mereka ingin lebih dekat dengan masyarakat, tidak hanya di rumah sakit atau puskesmas, tapi juga di ruang publik seperti bandara.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak menjadikan cek kesehatan sebagai kebiasaan, bukan hanya ketika sakit. Sekitar 200 orang penumpang, pengunjung, dan pegawai bandara menjadi sasaran pemeriksaan.
Parameter yang diperiksa pun cukup lengkap: status gizi, tekanan darah, kadar gula, kolesterol, asam urat, hingga saturasi oksigen. Setelah diperiksa, peserta bisa langsung berkonsultasi dengan dokter yang bertugas.
Menariknya, semua hasil pemeriksaan itu langsung terekam ke dalam aplikasi SATUSEHAT—platform resmi Kementerian Kesehatan RI yang mengintegrasikan seluruh data kesehatan masyarakat Indonesia.
“Melalui SATUSEHAT, masyarakat bisa menyimpan dan memantau data kesehatannya sendiri, dari riwayat vaksinasi hingga hasil pemeriksaan medis. Semuanya dalam satu genggaman,” jelas Kepala BBKK Surabaya, Dr. Rosidi Roslan.
Bagi Rosidi, kegiatan di Bandara Dhoho ini lebih dari sekadar seremonial. Ia menyebutnya sebagai bentuk nyata dari visi “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat.”
“Melalui kegiatan cek kesehatan dan sosialisasi SATUSEHAT ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatannya. Kesehatan adalah fondasi menuju Indonesia Emas 2045, dan deteksi dini adalah langkah awal yang penting,” ujarnya.
Para penumpang yang baru tiba dari Jakarta pun tampak antusias. Sebagian mengaku baru pertama kali mengikuti pemeriksaan di area bandara.
“Lumayan, habis perjalanan jauh bisa tahu tekanan darah sama kadar gula,” kata Rini, salah satu penumpang asal Pare, sambil tersenyum usai diperiksa.
Dengan kegiatan ini, BBKK Surabaya berharap kesadaran tentang pentingnya pemeriksaan rutin dan pemanfaatan teknologi kesehatan digital bisa tumbuh di seluruh lapisan masyarakat.
Karena, di balik hiruk pikuk penerbangan dan kesibukan bandara, ada pesan sederhana yang ingin disampaikan: sehat itu bukan tujuan akhir, melainkan perjalanan yang harus dijaga bersama. (jiz)









Discussion about this post