Kediri, JuKe.co.id – Menteri Haji dan umroh Mochamad Irfan Yusuf, melakukan pengecekan kesiapan infrastruktur dan layanan Bandara Internasional Dhoho Kediri, yang telah resmi menjadi bandara internasional sejak bulan Agustus lalu.
Tidak hanya meninjau dalam bandara saja, Menteri Haji dan Umroh Mochamad Irfan Yusuf juga mengecek runway, dengan didampingi Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Direktur SDHI Suryatama Dhoho Kediri, dan tamu undangan lainnya.
Usai meninjau, Menteri Mochamad Irfan Yusuf menyatakan, secara teknis, bandara internasional Dhoho kediri memang layak untuk penerbangan haji dan umroh. Namun karena persiapan 2026 sudah difokuskan di Juanda, bandara Dhoho Kediri baru bisa digunakan sebagai embarkasi haji pada 2027.
“Saat ini bandara Juanda Sidoarjo sudah overload untuk jamaah haji. Dan kami dari Kementerian Haji dan umrah memang mencari solusi untuk embarkasi di Jawa Timur.
Namun adanya kendala teknis membuat diundur, dan baru siap digunakan untuk penerbangan haji tahun 2027 mendatang, “Kata Mochamad Irfan Yusuf, Menteri haji dan umrah.
Selain itu letak georgrafis Bandara Dhoho Kediri sangat tepat, mengingat penduduk di kawasan selingkar Wilis cukup banyak yang setiap tahunnya melakukan ibadah haji dan umrah.
“Untuk umroh, sudah siap secara teknis. Tinggal koordinasi antar stakeholder saja,” tambah Menteri Irfan.
Direktur PT SDHI Maksim Arisandi mengungkapkan bahwa dari 30 maskapai asing yang diundang, sebanyak 28 hadir dalam acara hari ini.
Mereka berasal dari berbagai negara: Timur Tengah, Cina, Jepang, Asia Tenggara, hingga Australia – antara lain Turkish Airlines, China Southern Airlines, Vietnam Airlines, dan Virgin Australia. “Ini bukti bahwa dunia tertarik dengan Bandara Doho,” ujar Maksim.
Visi utama bandara ini tidak hanya melayani transportasi internasional, tapi juga menjadi mesin ekonomi baru untuk Kediri, kawasan Madiumang, dan koridor Jawa yang lebih luas.
Hari pertama difokuskan pengecekan fasilitas, sedangkan hari kedua akan membahas potensi umroh, wisata, kargo, dan penerbangan reguler.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyampaikan harapan bahwa penerbangan umroh pertama dari Doho akan beroperasi dalam 1-2 bulan ke depan. Untuk haji, meskipun tahun 2026 belum memungkinkan, targetnya adalah menjadikan Doho sebagai bandara embarkasi haji pada 2027.
“Area tangkapan kita mencakup 12 kota kabupaten di sekitarnya – traffic haji dan umroh sangat menarik, baik untuk bisnis maupun kemudahan jamaah,” jelasnya.
Hanindhito juga mengapresiasi PT SDHI yang tetap berjuang meskipun menghadapi tantangan teknis dan non-teknis. (jiz)










Discussion about this post