Juke.co.id
  • Home
  • Nasional
  • Kriminal
  • Teknologi
  • Politik
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Gaya Hidup
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kriminal
  • Teknologi
  • Politik
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Gaya Hidup
No Result
View All Result
Juke.co.id
No Result
View All Result
Home Religi

Tangkal Radikalisme dan Intolerasi Beragama, Kejati Jatim Bekali 1.000 Lebih Calon Juru Dakwah LDII

jiz by jiz
Januari 29, 2026
in Religi
0
Tangkal Radikalisme dan Intolerasi Beragama, Kejati Jatim Bekali 1.000 Lebih Calon Juru Dakwah LDII
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Nganjuk, JuKe.co.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur membekali para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah yang nantinya menjadi juru dakwah LDII, mengenai kebangsaan. Kegiatan tersebut berlangsung di Ponpes Al Ubaidah, Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur pada Kamis (29/1/2026).

Pembekalan kebangsaan tersebut berisi penguatan moderasi beragama sebagai upaya menangkal paham radikalisme dan intoleransi di tengah masyarakat. Kegiatan itu dihadiri Kasi II Bidang Intelijen Kejati Jatim Dwi Setyadi, didampingi Analis Data dan Informasi Bidang Intelijen Abdullah, beserta jajaran.

Dalam kesempatan tersebut, Abdullah, menegaskan santri memiliki peran strategis sebagai agen toleransi dan perekat persatuan bangsa di tengah keberagaman.

Untuk menjalankan peran tersebut, santri ia ingatkan agar berpegang pada prinsip khoirun nas anfauhum linnas dalam kehidupan bermasyarakat, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Nilai inilah yang harus dipegang santri ketika terjun dan mengabdi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Abdullah berharap para santri mampu menyampaikan syiar Islam secara bijak dan menyejukkan, tanpa meninggalkan kearifan lokal selama tidak bertentangan dengan akidah maupun norma yang berlaku. Menurutnya, sikap saling menghargai menjadi kunci untuk menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.

Di hadapan 1.066 santri, Abdullah menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang dibangun oleh seluruh elemen bangsa, bukan milik satu golongan atau agama tertentu.

Pemahaman ini dinilai penting untuk mencegah tumbuhnya sikap eksklusif dan radikal, “Indonesia ini negara beragama, bukan hanya milik umat Islam, tetapi negara bersama yang diperjuangkan oleh semua elemen sejak sebelum kemerdekaan,” ujarnya.

Abdullah menjelaskan, radikalisme berakar dari sikap eksklusif yang menganggap diri paling benar. Dalam konteks itu, santri diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam merawat kebhinekaan dan memperkuat persatuan bangsa.

Sementara itu, Ketua DPW LDII Jawa Timur, Moch. Amrodji Konawi, menegaskan bahwa penguatan nilai kebangsaan menjadi prioritas utama dalam “8 bidang pengabdian LDII untuk bangsa”, “Kebangsaan menjadi yang pertama dan utama. Kita hidup di negara yang sangat majemuk, sehingga nilai-nilai kebangsaan harus terus dijaga,” ujarnya.

Amrodji menjelaskan, DPW LDII Jawa Timur secara aktif mendorong seluruh pondok pesantren naungan LDII serta DPD LDII kabupaten/kota se-Jawa Timur untuk memberikan edukasi kepada santri maupun warga LDII, termasuk di masjid dan musola, terkait pentingnya menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama.

Menurutnya, moderasi beragama harus dimulai dari generasi muda yang memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. “Pemuda adalah agent of change. Kita berharap mereka mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik,” katanya.

Ia menambahkan, upaya pembinaan tersebut dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak. Selain Kejati Jawa Timur, LDII Jatim juga menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama, TNI, dan Polri untuk memberikan penguatan wawasan kebangsaan, “Ini bagian dari ikhtiar kami agar para santri dan warga LDII memiliki pemahaman yang utuh tentang kebangsaan dan toleransi,” jelasnya.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Al Ubaidah, Habib Ubaidillah Al Hasany, menyampaikan Ponpes Al Ubaidah Kertosono merupakan pusat pelatihan dai dan daiyah sebelum diterjunkan ke berbagai daerah di Indonesia.

Karena itu, pihaknya membuka kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat, “Para santri yang dididik di sini nantinya akan disebar ke berbagai wilayah dan harus siap menghadapi tantangan dakwah yang semakin kompleks,” ujarnya.

Ia menilai tantangan tersebut antara lain munculnya pandangan yang ingin mengubah dasar dan tatanan kehidupan berbangsa yang telah disepakati para pendiri bangsa. Menurutnya, nilai kebersamaan, persatuan, dan kerja sama merupakan fondasi utama bangsa Indonesia, “Nilai-nilai itulah yang harus diwariskan kepada generasi penerus, termasuk para santri sebagai bekal saat membina umat di tengah masyarakat,” pungkasnya. (jiz)

Tags: DakwahKejaksaan Tinggi Jawa TimurLDIINganjuk
Previous Post

Wakil Wali Kota Dan Bank Indonesia Kediri Kolaborasi Dorong Ketangguhan dan Kemandirian Ekonomi Kota Kediri

Next Post

War Tiket Sambut Lebaran 2026 Dibuka KAI Daop 7 Madiun Ajak Masyarakat Rencanakan Perjalanan Lebih Awal

Next Post
War Tiket Sambut Lebaran 2026 Dibuka KAI Daop 7 Madiun Ajak Masyarakat Rencanakan Perjalanan Lebih Awal

War Tiket Sambut Lebaran 2026 Dibuka KAI Daop 7 Madiun Ajak Masyarakat Rencanakan Perjalanan Lebih Awal

Discussion about this post

Recommended

Menilik Ramadhan di TMMD Kediri: Satgas dan Warga Gadungan Tarawih Bersama

Menilik Ramadhan di TMMD Kediri: Satgas dan Warga Gadungan Tarawih Bersama

5 jam ago
Awal Periode ke-2, Mas Dhito Berhasil Kuatkan Sektor Pelayanan Publik

Awal Periode ke-2, Mas Dhito Berhasil Kuatkan Sektor Pelayanan Publik

20 jam ago

Trending

Tragedi Anak SD Bunuh Diri Di Ngada NTT Karena Tidak Membeli Buku Tulis, BEM Kediri Serukan Evaluasi Dalam Pendidikan

Tragedi Anak SD Bunuh Diri Di Ngada NTT Karena Tidak Membeli Buku Tulis, BEM Kediri Serukan Evaluasi Dalam Pendidikan

2 minggu ago
Inovasi, CIMB Niaga Ajak Nasabah Kelola Gaji dan Finansial dengan Lebih Bijak melalui OCTO

Inovasi, CIMB Niaga Ajak Nasabah Kelola Gaji dan Finansial dengan Lebih Bijak melalui OCTO

3 minggu ago

Popular

Tragedi Anak SD Bunuh Diri Di Ngada NTT Karena Tidak Membeli Buku Tulis, BEM Kediri Serukan Evaluasi Dalam Pendidikan

Tragedi Anak SD Bunuh Diri Di Ngada NTT Karena Tidak Membeli Buku Tulis, BEM Kediri Serukan Evaluasi Dalam Pendidikan

2 minggu ago
Jelang Ramadan, Ratusan Siswa PSHT Cabang Kota Kediri Gelar Bakti Sosial di Dua Lokasi

Jelang Ramadan, Ratusan Siswa PSHT Cabang Kota Kediri Gelar Bakti Sosial di Dua Lokasi

7 hari ago
Gelar Ibadurrahman Fair 2026: Semarak Festival Pendidikan Dan Ajang Kreatifitas Keluarga Besar Yayasan Ibadurrahman Srengat

Gelar Ibadurrahman Fair 2026: Semarak Festival Pendidikan Dan Ajang Kreatifitas Keluarga Besar Yayasan Ibadurrahman Srengat

4 minggu ago
Inovasi, CIMB Niaga Ajak Nasabah Kelola Gaji dan Finansial dengan Lebih Bijak melalui OCTO

Inovasi, CIMB Niaga Ajak Nasabah Kelola Gaji dan Finansial dengan Lebih Bijak melalui OCTO

3 minggu ago
Aromora Grand Opening Office Dan Market Parfum, Serta Gelar Pasar Murah Sambut Ramadhan

Aromora Grand Opening Office Dan Market Parfum, Serta Gelar Pasar Murah Sambut Ramadhan

2 minggu ago
Juke.co.id

© 2024 Juke - Juke.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • About
  • Shop
  • Forum
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kriminal
  • Teknologi
  • Politik
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Gaya Hidup

© 2024 Juke - Juke.