Tulungagung, JuKe.co.id – Negara Indonesia berisiko menghadapi fenomena El Nino Godzilla kuat pada tahun 2026, yang dapat mengakibatkan musim kemarau menjadi lebih kering.
Hal ini memunculkan kekhawatiran banyak pihak, akan banyaknya petani yang gagal panen. Terus bagaimana nanti stok pangan di Negara Indonesia.
Untuk menepis dan menjawab keraguan tersebut, Perum Bulog memastikan cadangan pangan nasional dalam kondisi aman. Bahkan saat ini capaian stok tertinggi sepanjang sejarah di Indonesia, yang mencapai 5,1 juta ton beras.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh direktur pengadaan Perum Bulog Prihasto Setyanto, saat melakukan panen raya di Desa Plosorejo, Kecamatan Sumber Gempol, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Senin (27/4/2026).
Prihasto menyatakan, di tahun 2026 ini, bulog ditargetkan menyerap 4 juta ton beras sesuai inpres nomor empat. Hingga saat ini, penyerapan telah mencapai 60 persen atau sekitar 2,4 juta ton. Selain beras, stok jagung di Jawa Timur juga terpantau aman di angka 55 ribu ton.
” di Jawa Timur saja stok beras saat ini mencapai 1,3 juta ton, sekaligus menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Dan secara nasional, cadangan beras pemerintah telah menembus angka 5,1 juta ton. Jumlah ini diprediksi mampu menjamin ketahanan pangan nasional hingga sebelas bulan ke depan,” Prihasto Setyanto, direktur pengadaan Perum Bulog, saat panen raya di Tulungagung, Senin (27/4/2026).
“pihak Bulog menegaskan kesiapannya dalam menyalurkan bantuan pangan maupun beras sphp kapanpun dibutuhkan. Meski terdapat prediksi el nino ekstrem, ketersediaan beras tetap terjaga karena proses penyerapan gabah petani terus berjalan,” Tambah Prihasto.
Sementara anggota DPR RI komisi VIi Anggia Erma Rini yang ikut panen raya di Tulungagung mengapresiasi kinerja bulog. Pasalnya, Bulog mampu menyerap hasil panen petani, sehingga cadangan pangan nasional aman.
“Kita tentu bangga dengan kinerja Bulog, yang hingga kini mampu mempunyai stok pangan yang cukup. Karena ini sesuai dengan semangat Presiden, agar Indonesia mampu swasembada pangan, dan tidak perlu import beras.” Kata Anggia Erma Rini, nggota DPR RI, saat ikut panen raya di Tulungagung.
Di tengah melimpahnya stok, tantangan utama saat ini adalah keterbatasan kapasitas gudang. Seperti di Tulungagung, Bulog tengah mencari ruang tambahan untuk menampung hasil panen yang terus bertambah. (jiz)









Discussion about this post