Kediri, JuKe.co.id – Kasus dugaan penggelapan kendaraan rental kembali terjadi di Kediri. Sebanyak 16 unit sepeda motor milik usaha rental dilaporkan hilang setelah disewa oleh tiga orang yang diduga menggadaikan kendaraan tersebut tanpa izin.
Perkara ini kini tengah ditangani oleh Polres Kediri. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta kemungkinan adanya jaringan dalam kasus tersebut.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kediri, AKP Joshua Peter Krisnawan, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dan saat ini fokus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
“Kasus ini masih kami dalami. Kami juga berupaya melacak kendaraan serta mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat,” ujarAKP Joshua Peter Krisnawan, Kasatreskrim Polres Kediri, saat dikonfirmasi, Sabtu (11/4/2026).
Polisi juga menelusuri keberadaan barang bukti guna memperjelas konstruksi perkara. Tidak menutup kemungkinan, kata dia, penggelapan tersebut melibatkan lebih dari satu pelaku.
“Kami mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat dalam proses pengalihan kendaraan ini,” tambahnya.
Kasus ini bermula dari laporan pemilik usaha rental motor Abiar Motor, Reno Dwi Trimulyono, yang berlokasi di Dusun Jatirejo, Desa Payaman, Kecamatan Plemahan. Ia mengungkapkan, motor-motor tersebut disewa secara bertahap oleh tiga orang berinisial S, N, dan A.
Menurut Reno, awalnya proses penyewaan berjalan normal bahkan berlangsung hampir satu tahun. Para penyewa mengambil unit secara bertahap hingga jumlahnya mencapai 16 kendaraan.
“Awalnya sewa berjalan seperti biasa. Mereka ambil unit tidak langsung banyak, tapi sedikit demi sedikit sampai terkumpul 16 unit,” ujarnya.
Namun, belakangan diketahui kendaraan tersebut diduga telah digadaikan tanpa sepengetahuan pemilik.
Seiring penanganan kasus, polisi mengimbau para pelaku usaha rental kendaraan untuk meningkatkan kewaspadaan. Pemilik usaha diminta melakukan verifikasi identitas penyewa secara ketat, menggunakan perjanjian tertulis, serta memasang perangkat pelacak (GPS) pada kendaraan.
Polisi juga menekankan pentingnya pengawasan rutin terhadap kendaraan yang disewakan guna meminimalkan risiko tindak kejahatan serupa.
Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung dan polisi berupaya mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam kasus tersebut. (jiz)








Discussion about this post