Kediri, JuKe.co.id – Menyambut Hari Kebangkitan Nasional, Polsek Kediri Kota menggelar pementasan wayang karton di TK Kemala Bhayangkari 42, Jalan PK Bangsa, Kota Kediri, Selasa (19/5/2026).
Kapolsek Kediri Kota, Kompol Bowo Wicaksono dongeng tentang bahaya menggunakan gadget secara berlebihan, dengan tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Bangsa”.
Kegiatan mendongeng tersebut, bukan hanya untuk menghibur, tetapi juga menyisipkan pesan edukatif mengenai dampak negatif penggunaan gadget atau telepon seluler (HP) yang berlebihan pada anak usia dini, sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Sistem Pengelolaan Elektronik dalam Perlindungan Anak.
“Kami mengedepankan aspek visual agar anak-anak lebih gampang mencerna pesan yang kami sampaikan. Dengan wayang kartun, anak-anak menjadi lebih tertarik dan senang mendengarkan,” ujar Kompol Bowo Wicaksono, Kapolsek Kediri Kota.
Dalam cerita yang dibawakan, Kapolsek menyoroti bahaya kecanduan HP bagi kesehatan fisik dan mental anak. Ia mengingatkan bahwa radiasi layar dan kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan iritasi mata serta membuat anak kurang peka terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.
“Hilangnya interaksi dengan dunia nyata adalah dampak terbesar. Anak jadi kurang peka terhadap sekitar. Harapan kami, orang tua juga ikut mengawasi penggunaan gawai agar tidak berlebihan dan membahayakan generasi muda,” tegasnya.
Selain isu kesehatan digital, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini. Mengingat momentum Hari Kebangkitan Nasional, Kapolsek Kediri Kota berharap anak-anak dapat memahami pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan sebagai fondasi kedaulatan bangsa Indonesia.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan cinta tanah air dan rasa persatuan sejak usia dini. Anak-anak adalah tunas bangsa yang akan meneruskan estafet kepemimpinan dan kedaulatan negara ini,” tambah Kompol Bowo.
Sementara Kepala TK Kemala Bhayangkari 42, Sri Rahayu menyambut positif inisiatif Polresta Kediri tersebut. Ia menilai materi dongeng yang disampaikan sangat relevan dengan tantangan parenting di era digital saat ini.
“Dongeng hari ini sangat positif. Bahasanya mudah diterima anak-anak, terutama pesan tentang mengurangi bermain HP di rumah. Setelah mendengar cerita tadi, anak-anak tampak semakin bersemangat untuk mengubah kebiasaan mereka,” ungkap Sri Rahayu.
Sri Rahayu juga berharap kolaborasi antara pihak sekolah dan kepolisian dapat terus berlanjut. Ia menyarankan agar event edukasi serupa dapat dilaksanakan secara rutin untuk memperkuat karakter siswa.
“Kami mengharapkan dari Polres Kota atau Polsek Kota Kediri agar kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan. Event-event edukasi lain yang mendukung perkembangan karakter anak sangat kami nantikan ke depannya,” pungkasnya. (jiz)











Discussion about this post