Juke.co.id
  • Home
  • Nasional
  • Kriminal
  • Teknologi
  • Politik
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Gaya Hidup
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kriminal
  • Teknologi
  • Politik
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Gaya Hidup
No Result
View All Result
Juke.co.id
No Result
View All Result
Home Religi

Dari Ujung Timur, Gus Salam : Pengurus NU di NTT Merupakan Panggilan Hati Nurani, Tidak Semua Pemuka Bisa

jiz by jiz
Juni 11, 2026
in Religi
0
Dari Ujung Timur, Gus Salam : Pengurus NU di NTT Merupakan Panggilan Hati Nurani, Tidak Semua Pemuka Bisa
0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

NTT, JuKe.co.id – Menjadi pengurus NU di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) bukan pilihan. Tapi, panggilan suci dari nurani terdalam bagi mereka yang ditempa oleh alam. Kabupaten terjauh, untuk mencapai pusat pemerintahan provinsi saja, kota Kupang, harus ditempuh lebih dari sehari. Itupun, tidak setiap saat ada transportasi, kadang tiga hari antri untuk bisa kembali.

NU di ujung timur Indonesia dituntut tumbuh seperti pohon kelor. Akarnya harus lebih dalam, batangnya lebih kuat, karena angin dan tantangannya jauh lebih keras. Berjam’iyyah NU di wilayah berbatasan dengan Timor Leste itu, tidak pernah mudah. Tiga tantangan utama selalu menghadang: geografis, perbatasan, dan ideologis.

Fakta ini yang ingin didalami oleh kandidat calon Ketua Umum PBNU, KH Abdussalam Shohib, dikenal Gus Salam, Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif, Denanyar, Jombang Jawa Timur. Ia datang bersama masyayikh pesantren Ploso Kediri untuk silaturrohim dengan PWNU dan PCNU se-Nusa Tenggara Timur.

Bertempat di Hotel Neo Aston Kupang, pengurus PCNU dari kepulauan sudah datang sejak siang, untuk beristirahat dari perjalanan panjang. Forum silaturrohim Gus Salam bersama PWNU-PCNU se-NTT dilaksanakan malam.

“kami hormat dan ta’dhim kepada semua pengurus cabang di NTT yang hadir. Kami ingin mendengar dari mereka tentang apapun terkait jam’iyyah Nahdlatul Ulama di lingkungan mereka,” kata Gus Salam, dalam rilisnya, Jumat (12/6/2026).

“terutama harapan mereka ke depan untuk meningkatkan peran keagamaan dan organisasi, di tengah tantangan dan peluang yang ada,” sambungnya.

Dalam paparan perkenalan, cerita Gus Salam usai pertemuan, ia memposisikan pesantren sebagai strategi membendung paparan dan pengaruh ideologis sekaligus inkubasi penggerak kemashalatan. Berabad-abad lamanya para pemuka, ulama dan auliya, menjalankannya. Dan, jam’iyyah Nahdlatul Ulama didirikan untuk menyatukan barisan ulama pesantren.

“didalam pesantren dibangun ketahanan nasional; ditanamkan kepribadian luhur, menjaga kesatuan, cinta masyarakat, agama, dan bangsa serta dari pesantren pula tumbuh para penggerak kemashlahatan umat,” ungkap Gus Salam.

“untuk bekal sosial, didalam pesantren juga diteladankan kemandirian. Sehingga, dari pesantren tumbuh pedagang, pengusaha, petani tangguh dan wiraswasta hebat. Bilapun dari pesantren ada pejabat dan tokoh nasional, itu kemampuan mereka beradaptasi dengan tantangan dan peluang,” sambungnya.

Dialog dengan Gus Salam, beberapa PCNU menceritakan kondisi faktual, masalah dan harapan bagi masa depan NU, baik di daerah maupun di PBNU. Menjaga harmoni sosial menjadi tanggung jawab utama NU NTT dengan mengedepankan toleransi. Karena, warga NU hidup dalam pluralitas; dituntut aktiv, menerima dan menghargai perbedaan.

Secara umum dari yang mereka sampaikan, mengandung pesan bahwa untuk menjawab persoalan, tantangan dan peluang, butuh kebersamaan dan kesatuan. Rekonsiliasi nasional menjadi kuncinya, dan PBNU ke depan lebih berperan merangkul dengan kepeduliannya mendampingi dan membimbing NU di Indonesia Timur.

“harapannya, PBNU turut menjaga dan memlihara NU, merangkul, dan memiliki kepedulian terhadap pengurus NU yang di luar Jawa, terkhusus di NTT. Dan, berharap NU di di NTT bisa memiliki pondok pesantren, sama seperti di Jawa,” kata Kiai Latif Daka, Ketua PCNU Kab. Alor, sambil berharap.

“Saya juga berharap, Ketua Umum PBNU ke depan bisa mengembalikan marwah NU, dan merangkul PCNU di luar Jawa, khususnya dalam mengembangkan program di bidang pendidikan,” ungkap Kiai Zainal Muttaqin, dari PCNU Malaka.

Tetap dalam moment dialog, PCNU Manggarai Timur memandang didalam diri Gus Salam ada aura “para sesepuh” yang melekat. Dan, PCNU Kota Kupang menilai Gus Salam mampu mengamalkan arahan dan ajaran sesepuh NU dengan baik, terutama dari Mbah Yai Da (KH Nurul Huda Djazuli). Sedangkan PCNU-PCNU yang lain mengapresiasi presentasi materi oleh Gus Salam dan mendo’akannya agar dimudahkan mencapai tujuan.

“paparan Gus Salam tidak menyudutkan siapapun dan tidak ada black campaign. Saya apresiasi dorongan program pondok pesantren di NTT, dan syukur-syukur ada program pesantren gratis,” kata Ust. Ajiz Anwar, PCNU Kota Kupang.

Menanggapi pendapat, gagasan dan harapan dari dialog PCNU yang hadir, diakhir penjelasannya, Gus Salam meminta kepada seluruh pengurus, fungsionaris, kader dan warga NU untuk tetap menjaga harmoni di tengah masyarakat, menjadi pelopor toleransi dan terus mengkampanyekan pluralisme di wilayah kepulauan Nusa Tenggara Timur. (jiz)

Tags: Gus SalamNTTPBNUSilaturahim
Previous Post

Inovasi Terbaru, KAI Daop 7 Madiun Kenalkan Fitur Access by KAI Yang Praktis dan Nyaman

Next Post

Tingkatkan Layanan dan Fasilitas Modern, Stasiun Caruban Jadi Urat Nadi Transportasi Kabupaten Madiun

Next Post
Tingkatkan Layanan dan Fasilitas Modern, Stasiun Caruban Jadi Urat Nadi Transportasi Kabupaten Madiun

Tingkatkan Layanan dan Fasilitas Modern, Stasiun Caruban Jadi Urat Nadi Transportasi Kabupaten Madiun

Discussion about this post

Recommended

Tingkatkan Layanan dan Fasilitas Modern, Stasiun Caruban Jadi Urat Nadi Transportasi Kabupaten Madiun

Tingkatkan Layanan dan Fasilitas Modern, Stasiun Caruban Jadi Urat Nadi Transportasi Kabupaten Madiun

3 jam ago
Dari Ujung Timur, Gus Salam : Pengurus NU di NTT Merupakan Panggilan Hati Nurani, Tidak Semua Pemuka Bisa

Dari Ujung Timur, Gus Salam : Pengurus NU di NTT Merupakan Panggilan Hati Nurani, Tidak Semua Pemuka Bisa

1 hari ago

Trending

Menkop Dorong Hilirisasi Tebu-Gula Berbasis Koperasi, Kopmen Kana-Putra Harapan Jaya Garap 22 Ribu Hektare Lahan Tebu

Menkop Dorong Hilirisasi Tebu-Gula Berbasis Koperasi, Kopmen Kana-Putra Harapan Jaya Garap 22 Ribu Hektare Lahan Tebu

7 hari ago
Melemahnya Nilai Tukar Rupiah dan Implementasi KDMP, Ini Pernyataan Sikap BEM Kediri

Melemahnya Nilai Tukar Rupiah dan Implementasi KDMP, Ini Pernyataan Sikap BEM Kediri

1 minggu ago

Popular

Menkop Dorong Hilirisasi Tebu-Gula Berbasis Koperasi, Kopmen Kana-Putra Harapan Jaya Garap 22 Ribu Hektare Lahan Tebu

Menkop Dorong Hilirisasi Tebu-Gula Berbasis Koperasi, Kopmen Kana-Putra Harapan Jaya Garap 22 Ribu Hektare Lahan Tebu

7 hari ago
Melemahnya Nilai Tukar Rupiah dan Implementasi KDMP, Ini Pernyataan Sikap BEM Kediri

Melemahnya Nilai Tukar Rupiah dan Implementasi KDMP, Ini Pernyataan Sikap BEM Kediri

1 minggu ago
Dari Ujung Timur, Gus Salam : Pengurus NU di NTT Merupakan Panggilan Hati Nurani, Tidak Semua Pemuka Bisa

Dari Ujung Timur, Gus Salam : Pengurus NU di NTT Merupakan Panggilan Hati Nurani, Tidak Semua Pemuka Bisa

1 hari ago
Seorang Dokter Di Kediri Laporkan Dokter Ke Pihak Kepolisian, Karena Cek 2 Miliar Kosong​

Seorang Dokter Di Kediri Laporkan Dokter Ke Pihak Kepolisian, Karena Cek 2 Miliar Kosong​

2 bulan ago
Semangat Harkitnas, KAI Daop 7 Madiun Gandeng Generasi Muda Aksi Keselamatan Perlintasan Sebidang

Semangat Harkitnas, KAI Daop 7 Madiun Gandeng Generasi Muda Aksi Keselamatan Perlintasan Sebidang

3 minggu ago
Juke.co.id

© 2024 Juke - Juke.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • About
  • Shop
  • Forum
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kriminal
  • Teknologi
  • Politik
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Gaya Hidup

© 2024 Juke - Juke.