Juke.co.id
  • Home
  • Nasional
  • Kriminal
  • Teknologi
  • Politik
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Gaya Hidup
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kriminal
  • Teknologi
  • Politik
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Gaya Hidup
No Result
View All Result
Juke.co.id
No Result
View All Result
Home Sosial

Pencari pasir tradisional di Kota Kediri resah dan tidak dapat beraktivitas, ini penyebabnya

jiz by jiz
Januari 21, 2025
in Sosial
0
Pencari pasir tradisional di Kota Kediri resah dan tidak dapat beraktivitas, ini penyebabnya
0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kediri, JuKe.co.id – Para pencari pasir tradisional di sekitar sungai Brantas, tepatnya di belakang Masjid Semampir Kota Kediri resah, setelah ada pemberitaan yang menyudutkan mereka.

Mereka para penambang pasir tradisional ini, disebutkan harus menyetorkan upeti kepada aparat penegak hukum, agar aktivitas menambang mereka aman dan tidak dirazia.

“Itu Hoax Mas, sangat tidak benar pemberita itu, malah sekarang kami jadi resah. Para pencari pasir tidak ada yang berani kerja mencari pasir secara tradisional. Padahal itu cara kami warga sekitar sungai Brantas untuk menghidupi keluarga kami, ” ujar Marlan 52 tahun salah satu penambang tradisional, saat ditemui di tepi sungai Brantas, Selasa (21/1/2025).

“Apalagi ada info kami para penambang pasir tradisional menyetor upetinya 2,5 juta per titik, kepada pihak aparat penegak hukum. Berita itu sangat tidak benar dan hoax,” Imbuh Marlan.

Marlan menerangkan, para penambang pasir tradisional di Sungai Brantas pada umumnya menyelam, untuk mendapatkan pasir dari dasar sungai yang terbawa arus.

Bahkan para penambang pasir ini juga ikut menjaga kebersihan sungai Brantas. Pasalnya, di dalam sungai Brantas juga banyak sampah, seperti pampers bekas, plastik dan sampah-sampah lainnya.

“padahal untuk mencari pasir kita harus bertaruh nyawa. Apalagi saat arus deras. Selain itu, kita para penambang tradisional juga membantu lingkungan menjadi bersih menjadikan Asri, karena apa di Brantas itu banyak pampers-pampers sampah yang dibuang. Justru dengan adanya penambang tradisional, saat kita menyelam dan menemukan sampah, kita bawa kepinggir dan kita kumpulkan untuk dibuang ke TPA.” kata Marlan.

Sementara itu, Zainal Arifin 56 tahun, warga RT 14 Kelurahan Semampir Kota Kediri mengaku, kegiatan penambangan tradisional itu sudah sejak lama. Warga biasa yang memanfaatkan pasir dari Sungai Brantas. Bahkan kegiatan mencari pasir secara tradisional ini, sudah dilakukan warga sekitar sungai Brantas sejak kakek mereka.

“Dengan adanya penambang tradisional, warga sekitar malah beruntung. Karena pedagang-pedagang di sini laku semua bisa membantu ekonomi dan menambah lapangan pekerjaan.” Tutup Zainal. (jiz)

Tags: KediriKota KediriPenambang pasir tradisionalPencari pasir manual
Previous Post

Wali Kota – Wakil Wali Kota Kediri Terpilih Silaturahmi ke Rumah Bunda Fey, Ini Tujuannya

Next Post

Satreskrim Polres Kediri Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Pandantoyo Kediri

Next Post
Satreskrim Polres Kediri Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Pandantoyo Kediri

Satreskrim Polres Kediri Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Pandantoyo Kediri

Discussion about this post

Recommended

Jawab Usulan Perubahan Regulasi Jam Kerja, Mas Dhito: Prinsip Tidak Ganggu Pelayanan Desa

Jawab Usulan Perubahan Regulasi Jam Kerja, Mas Dhito: Prinsip Tidak Ganggu Pelayanan Desa

21 jam ago
Penumpang Kereta Api Di Daop 7 Madiun Tumbuh 9 Persen, Kereta Api Makin Jadi Pilihan Utama

KAI Siapkan Lebih dari 1,2 Juta Tempat Duduk selama Angkutan Lebaran

21 jam ago

Trending

Tragedi Anak SD Bunuh Diri Di Ngada NTT Karena Tidak Membeli Buku Tulis, BEM Kediri Serukan Evaluasi Dalam Pendidikan

Tragedi Anak SD Bunuh Diri Di Ngada NTT Karena Tidak Membeli Buku Tulis, BEM Kediri Serukan Evaluasi Dalam Pendidikan

1 hari ago
Aromora Grand Opening Office Dan Market Parfum, Serta Gelar Pasar Murah Sambut Ramadhan

Aromora Grand Opening Office Dan Market Parfum, Serta Gelar Pasar Murah Sambut Ramadhan

3 hari ago

Popular

Tragedi Anak SD Bunuh Diri Di Ngada NTT Karena Tidak Membeli Buku Tulis, BEM Kediri Serukan Evaluasi Dalam Pendidikan

Tragedi Anak SD Bunuh Diri Di Ngada NTT Karena Tidak Membeli Buku Tulis, BEM Kediri Serukan Evaluasi Dalam Pendidikan

1 hari ago
Gelar Ibadurrahman Fair 2026: Semarak Festival Pendidikan Dan Ajang Kreatifitas Keluarga Besar Yayasan Ibadurrahman Srengat

Gelar Ibadurrahman Fair 2026: Semarak Festival Pendidikan Dan Ajang Kreatifitas Keluarga Besar Yayasan Ibadurrahman Srengat

2 minggu ago
Aromora Grand Opening Office Dan Market Parfum, Serta Gelar Pasar Murah Sambut Ramadhan

Aromora Grand Opening Office Dan Market Parfum, Serta Gelar Pasar Murah Sambut Ramadhan

3 hari ago
KAI Pastikan Jalur Sragi–Pekalongan Mulai Berangsur Normal, Meski Cuaca Ekstrem dan Banjir Ganggu Operasional KA

KAI Pastikan Jalur Sragi–Pekalongan Mulai Berangsur Normal, Meski Cuaca Ekstrem dan Banjir Ganggu Operasional KA

3 minggu ago
Utamakan Keselamatan Perjalanan Kereta Api dan Masyarakat, KAI Daop 7 Madiun Targetkan Penutupan 8 Perlintasan Tidak Dijaga

Utamakan Keselamatan Perjalanan Kereta Api dan Masyarakat, KAI Daop 7 Madiun Targetkan Penutupan 8 Perlintasan Tidak Dijaga

2 minggu ago
Juke.co.id

© 2024 Juke - Juke.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • About
  • Shop
  • Forum
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kriminal
  • Teknologi
  • Politik
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Gaya Hidup

© 2024 Juke - Juke.