Rembang, JuKe.co.id – Jelang pelaksanaan Munas NU di Pondok Pesantren Ploso Kabupaten Kediri, Pengasuh Pondok Pesantren Ma’hadul Ilmi As-Syar’iyati (MIS) Sarang Rembang, KH Achmad Rosikh Roghibi atau Gus Rosikh, menyampaikan pandangannya terkait dinamika penetapan lokasi Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) yang sebelumnya mengalami tarik ulur.
Gus Rosikh menyambut gembira dan memberikan dukungan atas keputusan ditetapkannya Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri sebagai lokasi pelaksanaan Munas/Konbes NU. Menurutnya, pesantren sebagai basis utama lahir dan berkembangnya NU merupakan tempat yang tepat untuk menjaga marwah organisasi.
Namun, Gus Rosikh mengingatkan agar dinamika penentuan agenda besar NU tidak kembali terulang dalam pelaksanaan Muktamar NU mendatang. Ia menyoroti proses penetapan lokasi Munas/Konbes yang baru diumumkan pada 2 Juni, sementara pelaksanaan kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 20-21 Juni.
“NU jangan dibuat mainan, jangan dibuat alat kepentingan antar kelompok. NU itu milik umat, bukan milik segelintir kepentingan. NU ora didol,” tegas Gus Rosikh, pengasuh Ponpes Ma’hadul Ilmi As-Syar’iyati (MIS) Sarang Rembang, saat dikonfirmasi, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, organisasi sebesar NU membutuhkan tata kelola yang lebih terbuka, tertib, dan berlandaskan pada nilai-nilai khittah Nahdlatul Ulama. Ia berharap seluruh proses menuju forum-forum strategis NU dapat dilakukan dengan perencanaan matang serta melibatkan unsur-unsur yang menjadi bagian dari jam’iyah.
“Jangan sampai pola tarik ulur seperti ini terjadi lagi menjelang Muktamar. Muktamar harus menjadi momentum memperkuat persatuan warga NU, bukan justru menimbulkan kegaduhan akibat persoalan teknis maupun kepentingan tertentu,” ujarnya.
Gus Rosikh menilai Reformasi dalam tubuh PBNU perlu terus didorong agar organisasi kembali berjalan sesuai semangat pendiriannya pada 1926, yakni sebagai wadah perjuangan keagamaan, kebangsaan, dan kemaslahatan umat.
“Reformasi PBNU adalah ikhtiar untuk mengembalikan NU kepada ruh perjuangan para muassis. NU harus dijaga, dirawat dan diperjuangkan bersama, bukan diperebutkan,” pungkasnya. (jiz)









Discussion about this post